Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein

Minggu, 21 September 2014

Konsep Dasar Etika Umum 
 a) Etika dan Moral
 Etika dan moral adalah hal yang sering dikait-kaitkan oleh masyarakat. 
Seringkali masyarakat salah mengartikannya dan menganggapnya sama. Akan tetapi, sesungguhnya mereka berbeda. Istilah “etika” berasal dari bahasa Yunani kuno. Dalam bentuk jamak, “ta etha” yang artinya adat kebiasaan Istilah “moral” berasal dari bahasa Latin “mos” yang bentuk jamaknya “mores” yang berarti kebiasaan, adat. Sedangkan arti “moral” terbatas hanya pada arti pertama “etika”, yaitu nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
 Etika dan Moral yaitu dua hal yang tidak terpisahkan karena pada dasarnya moral adalah tingkah laku yang telah diatur atau ditentukan oleh etika. Moral sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu moral baik dan moral jahat. Moral baik ialah segala tingkah laku yang dikenal pasti oleh etika sebagai baik, begitu juga sebaliknya dengan moral yang jahat. Etika memiliki cabang filsafat meliputi, moralitas sebagai cirri khas manusia, etika sebagai dasar ilmu moralitas, dan etika sebagai filosofis. Etika juga mempunya hubungan dengan hukum dan agama. Dalam bidang hukum, etika sangat penting karena hukum tidak akan ada tanpa adanya etika.
 Begitu pula dalam bidang agama, etika sangat berhubungan karena tanpa etika agama tidak akan baik.

 b) Amoral dan Imoral 
 Amoral sama artinya dengan non moral adalah sesuatu yang tidak berhubungan dengan konteks moral, diluar suasana etis.
Menurut kamus Bahasa Indonesia, tidak bermoral berarti tidak berakhlak. Sedangkan dalam sudut bahasa latin, netral dari sudut moral atau tidak mempunyai relevansi etis. 
Immoral menurut Concise Oxford Dictionary adalah sesuatu yang bertentangan dengan moralitas yang baik, secara moral buruk, tidak etis.

 c) Etika dan Etiket
 Etika dan etiket memiliki arti yang berbeda. Etika adalah moral dan etiket berarti sopan santun.
 Akan tetapi etika dan etiket memiliki persamaan. 
1) Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia; 
2) Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif.
 Sedangkan perbedaan antara etika dan etiket tergambar dalam tabel berikut.
 Etika :
 1. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan. Etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri; Contoh jangan ribut! 
 2. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada saksi mata;
 3. Etika jauh lebih absolute;
 4.Etika menyangkut manusia dari segi dalam. 
 Etiket :
 1. Menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia.
 2. Etiket hanya berlaku dalam pergaulan. Jika tidak ada orang lain, etiket tidak berlaku; 
 3.Etiket bersifat relatif. Berbeda tempat dan budaya, bisa berbeda pula etiketnya; 
 4.Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah.

d) Etika Sebagai Cabang Filsafat
 Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi serta metode pada tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral atau -menerjemahkan berbagai nilai itu ke dalam norma-norma dan menerapkannya pada situasi kehidupan konkret. Sebagai ilmu, etika mencari kebenaran dan sebagai filsafat, ia mencari keterangan (benar) yang sedalam-dalamnya. Sebagai tugas tertentu bagi etika, ia mencari ukuran baik-buruk bagi tingkah laku manusia. Sebagai ilmu dan filsafat, etika menghendaki ukuran yang umum, tidak berlaku untuk sebagian dari manusia, tetapi untuk semua manusia. 

e) Peranan Etika Dalam Dunia Modern Peranan Etika dalam Dunia Modern
 1. Adanya pluralisme moral Adalah suatu kenyataan sekarang ini bahwa kita hidup dalam zaman yang semakin pluralistik, tidak terkecuali dalam hal moralitas.
 2. Timbulnya masalah-masalah etis baru. Ciri lain yang menandai zaman kita adalah timbul masalah-masalh etis baru, terutama yang disebabkan perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi khusunya ilmu-ilmu biomedis; 
3. Munculnya kepedulian etis yang semakin universal. Ciri nya adalah adanya suatu kepedulian etis yang semakin universal; 
4. Hantaman gelombang modernisasi Kita sekarang ini hidup dalam masa transformasi masyarakat yang tanpa tanding. 
5. Tawaran berbagai ideologi Proses perubahan social budaya dan moral yang terus terjadi, tidak jarang telah nmembawa kebingungan bagi banyak orang atau kelompok orang; 
6. Tawaran bagi agamawan Etika juga diperlukan oleh para agamawan untuk tidak menutup diri terhadap persoalan praktis kehidupan umat manusia. 

f) Moral dan Agama 
 Hubungan Agama Dan Moral Berbicara tentang moral asosiasinya akan tertuju pada penentuan baik dan buruk sesuatu. Dengan rasio atau tradisi dapat juga dengan lainnya seseorang dapat menentukan baik atau buruk. Aliran rasionalisme berpendapat bahwa rasiolah yang menjadi sumber moral bukanlah yang lain. Yang menentukan baik dan buruknya sesuatu adalah akal dan pikiran manusia semata. Aliran hedonisme berpendapat bahwa sumber kebaikan dan keburukan adalah kebahagiaan. 

g) Moral dan Hukum 
 Moral berhubungan dengan manusia sebagai individu sedangkan hukum(kebiasaan, sopan santun) berhubungan dengan manusia sebagai makluk sosial. Antara hukum dan moral terdapat perbedaan dalam hal tujuan, isi, asal cara menjamin pelaksanaannya dan daya kerjanya. 
1. Perbedaan antara moral dan hukum dalam hal tujuan:
 a. Tujuan moral adalah menyempurnaan manusia sebagai individu.
 b. Tujuan hukum adalah ketertiban masyarakat 
2. Perbedaan antara moral dan hukum dalam han isi :
 a. Moral yang bertujuan penyempuraan manusia berisi
 b. Hukum memberi peraturan-peraturan bagi perilaku lahiriah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar