Nama :Ayu
Nurul Lestari
Prodi :D-IV Kebidanan
Konsep
Dasar Etika Umum
h) Hati Nurani
Hati Nurani adalah penghayatan atau
kesadaran tentang baik atau buruk, benar atau tidak benar hubungan atau tingkah
laku konkret seseorang dalam masyarakat.Hati Nurani ini tidak memerintahkan
atau melarang kita untuk bertindak atau tidak bertindak, atau menganjurkan atau
melarang kita untuk melakukan sesuatu situasi yang dihadapinya. Hati
nurani merupakan saksi tentang perbuatan-perbuatan moral.
i)
Shame Culture dan Guilt Culture
Shame Culture (Budaya Malu) dan Guilt Culture (Budaya
Bersalah) yang digunakan sebagai dikotomi pembagian bagaimana pola pikir
Barat dan Timur. Barat di kategorikan sebagai guilt culture
dimana orang merasa bersalah kalau melakukan sesuatu perbuatan yang
salah sekalipun tidak ada yang melihat. Contohnya di Jerman dan negara negara
Eropa Barat (kecuali Inggris), kalau anda naik kereta api dan bis dalam kota
tidak ada yang memeriksa apakah anda punya tiket atau tidak, tapi orang orang
yang menggunakan moda transport tersebut tetap membeli tiket sesuai dengan
tujuannya masing masing karena mereka merasa bersalah (guilt) kalau naik
transportasi umum tidak membayar. Ciri-ciri Guilt
Culture: Ditandai rasa bersalah, Dosa dan kebersalahan, Kendati suatu kejahatan
tidak diketahui oleh orang lain, pelaku tetap merasa bersalah, Sanksi
datang dari dalam, yaitu batin/hati pelaku, Hati Nurani berperan sangat penting,
Ditandai oleh martabat manusia.Sebaliknya suatu bangsa yang menganut shame
culture, orang akan terus melakukan sesuatu perbuatan yang salah
dan merasa nyaman saja dan akan merasa malu (shame) kalau ketahuan.
konsep shame culture semuanya ditandai oleh rasa malu dan disini tidak
dikenal rasa bersalah. Menurut pandangan ini budaya malu (shame culture)
adalah kebudayaan dimana kata kata seperti “hormat”,“reputasi”,“nama
baik”, “status”, dan “gengsi” sangat ditekankan. Bila seseorang melakukan
suatu kejahatan, hal ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang buruk
begitu saja, tetapi boleh disembunyikan demi kepentingan yang lebih besar.
Malapetaka hanyalah terjadi bilamana kesalahan tersebut diketahui
oleh orang lain sehingga pelaku kehilangan muka. Ciri - ciri Shame
Culture : Ditandai rasa malu, Menekankan pengertian ; hormat, reputasi, nama
baik, status dan gengsi, Bila melakukan
kejahatan harus disembunyikan dari orang lain, Sanksi datang dari luar, yaitu
apa yang dipikirkan dan dikatakan oleh orang lain, Hati Nurani hampir tidak
berperan.
j)
Kebebasan Dan Tanggung Jawab
Kebebasan
adalah lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat
bergerak, berbicara, berbuat, dsb dengan leluasa). Dalam filsafat pengertian
kebebasan adalah Kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri. Kebebasan
lebih bermakna positif, dan ia ada sebagai konsekuensi dari adanya potensi
manusia untuk dapat berpikir dan berkehendak. Sudah menjadi kodrat manusia
untuk menjadi mahluk yang memiliki kebebasan, bebas untuk berpikir,
berkehandak, dan berbuat. Tanggung jawab berkaitan dengan “penyebab”. Yang
bertanggung jawab hanya yang menyebabkan atau yang melakukan tindakan. Tidak
ada tanggungjawab tanpa kebebasan dan sebaliknya. Orang yang bertanggung jawab
dapat diminta penjelasan tentang tingkah lakunya dan bukan saja ia bisa
menjawab tetapi juga harus menjawab. Tanggung jawab berarti bahwa orang tidak
boleh mengelak bila diminta penjelasan tentang tingkah laku atau perbuatannya.
Dalam tanggung jawab terkandung pengertian penyebab. Orang bertanggung jawab
atas sesuatu yang disebabkan olehnya.
k)
Nilai dan Norma
Nilai adalah alat yang menunjukkan alasan dasar bahwa
"cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara sosial dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang
berlawanan. Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau
diinginkan. Norma adalah kaidah dan ketentuan yang mengatur
kehidupan dan hubungan antar manusia dalam arti luas.
l)
Hak dan Kewajiban
Hak adalah segala sesuatu yang harus di
dapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. Hak
memiliki pengertian tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan,
kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang,
aturan, dsb), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu,
derajat atau martabat. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang wajib
dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan).
m) Menjadi manusia
yang baik
Royal
dalam memberikan pujian,Jadi Pendengar yang baik, Bersikap Ramah, Bermurah Hati,
Hindari Kebiasaan mengkritik dan mencela. Dan didasari dengan kepribadian , Etika Kewajiban, keutamaan, Kepribadian
biasanya mengandung dua unsur pokok yaitu unsur kedirian atau kelakuan dan
unsur siapakah atau bagaimanakah menjadi manusia yang baik itu. Kepribadian
adalah berbicara tentang siapakah diri kita dan bagaimana menjadi manusia yang
baik itu. Sehingga kepribadian dapat diartikan sebagai watak dan tabiat,
karakter, pembawaan, sifat-sifat, kejiwaan seseorang. Kepribadian yang baik,
biasanya adalah kepribadian yang sesuai dengan ideal masyarakatnya. Seseorang
bisa dinilai berpribadi baik, atau berpribadi tidak baik, berdasarkan ukuran
tersebut, yakni berdasarkan tepat atau tidak tepat bila dicocokkan dengan ideal
manusia yang baik.
Etika Kewajiban Mempelajari prinsip-prinsip dan
aturan-aturan moral yang berlaku untuk perbuatan kita. Keutamaan adalah disposisi yang telah diperoleh seseorang dan
memungkinkan dia untuk bertingkahlaku baik secara moral.
