Nama
: Ayu Nurul Lestari.
Prodi :D-4 Kebidanan.
Pengenalan Filsafat
a)
Pengertian
Filsafat
Filsafat
adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala
sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup
seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan
yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang
sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin
melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.
b)
Ilmu
pengetahuan sebagai sketsa umum pengantar untuk memahami filsafat ilmu.
Melihat
dari sejarah hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan mengalami
perkembangan yang sangat cepat. Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani,
“philosophia” meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis. Tetapi dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dikemudian hari, ternyata juga kita lihat adanya
kecenderungan yang lain. Menurut Bertens, filsafat Yunani Kuno yang tadinya
merupakan suatu kesatuan kemudian menjadi terpecah-pecah. Namun munculnya
ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17, maka mulailah terjadi perpisahan antara
filsafat dan ilmu pengetahuan. Demikian dapatlah dikemukakan bahwa sebelum abad
ke 17 tersebut ilmu pengetahuan adalah identik dengan filsafat. Ilmu
pengetahuan di ambil dari bahasa inggris science, yang berasal dari bahasa
latin scientie dari bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari,
mengetahui.Pertumbuhan selanjutnya pengertian ilmu mengalami perluasan arti
sehingga menunjuk segenap pengetahuan sistematik. Menurut Bahm defenisi ilmu
pengetahuan paling tidak melibatkan enam macam komponen yaitu masalah, sikap,
metode, aktivitas, kesimpulan dan pengaruh. Selanjutnya Van Peursen
mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat, sehingga
definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang
dianut Perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan
munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu
pengetahuan baru bahkan kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti
spesialisasi-spesialisasi. Pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang
jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat
benar-tidaknya dapat ditentukan. Terlepas dari berbagai macam pengelompokkan
atau pembagian dalam ilmu pengetahuan, maka kita dapat mensinyalir bahwa
peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia, baik individual maupun
sosial menjadi sangat menentukan. Bidang garapan filsafat ilmu terutama
diarahkan pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi
ilmu yaitu: ontologi, epistemologi dan aksiologi. Filsafat ilmu
mencari pengetahuan umum tentang ilmu atau tentang dunia sebagaimana
ditunjukkan oleh ilmu. Interaksi antara ilmu dan filsafat mengandung arti bahwa
filsafat dewasa ini tidak dapat berkembang dengan baik jika terpisah dari ilmu.Ilmu tidak dapat tumbuh dengan baik tanpa kritik dari
filsafat.
c)
Fenomenologi
pengetahuan dan ilmu pengetahuan.
Fenomenologi
adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai
sebuah fenomena. Agar dapat terjadi pengetahuan, subjek harus terbuka dan
terarah atau mengarahkan diri kepada objek untuk mengenal dan mengetahui
sebagaimana adanya dan sebaliknya objek harus terbuka dan terarah kepada subjek
untuk dikenal sebagaimana adanya. Karena manusia tidak hanya memiliki tubuh
jasmani, melainkan juga jiwa yang mengatasi tubuh jasmaninya yang terbatas,
maka dengan bantuan jiwa atau akal budinya, manusia mampu mengangkat pengetahuan
yang bersifat kontemporal, konkret, jasmani-indrawi ke tingkat yang lebih
tinggi yaitu ketingkat abstrak dank arena itu universal. Jadi ilmu pengetahuan
muncul karena apa yang sudah diketahui secara spontan dan langsung tadi,
disusun san diatur secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu yang
bersifat baku.
d)
Filsafat
pengetahuan dan ilmu pengetahuan.
Pengetahuan adalah informasi atau
maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk,
tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip
danprosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.Ilmu
atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,
dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam
manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti.
Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian
ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.Ilmu bukan sekadar pengetahuan
(knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori
yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode
yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu
terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang
dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.Ilmu Alam hanya
bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani
(material saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia
jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia
yang konkret.
e)
Fokus
filsafat ilmu pengetahuan.
Fokus filsafat ilmu pengetahuan adalah masalah metode ilmu
pengethauan. Maka logika dan imajinasi merupakan dua dimensi penting dari
seluruh cara kerja ilmu pengetahuan. Tugas filsafat ilmu pengetahuan adalah
membuka pikiran kita untuk mempelajari dengan serius proses logis dan
imajinatif dalam cara kerja ilmu pengetahuan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar