Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein

Rabu, 28 September 2016

Satuan Acara Penyuluhan

KELOMPOK SATUAN ACARA PENYULUHAN
REMAJA
NAMA     : 
1. ANIDAR APRILIA
2. AYU NURUL LESTARI
3. DESTI PUTRI ANDARIE
4. FITRIA RAHMADHANI
5. INDAH DIANA PUTRI
6. RESTUANI BUDIARTI
7. SULASTRI




SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
KESEHATAN REPRODUKSI

I.       IDENTIFIKASI MASALAH
Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulanya untuk kehamilan (Keikos, 2007). Menstruasi menurut Prawirohardjo (1999) adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai dengan pelepasan (deskuamasi) endometrium. Walaupun menstruasi datang setiap bulan pada usia reproduksi, banyak wanita yang mengalami ketidaknyamanan fisik atau merasa tersiksa saat menjelang atau selama haid berlangsung.

Salah satu ketidaknyamanan fisik saat menstruasi yaitu dismenore.
Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi (Imcw, 2007). Dismenore dapat disertai dengan rasa mual, muntah, diare dan kram, sakit seperti kolik diperut. Beberapa wanita bahkan pingsan dan mabok, keadaan ini muncul cukup hebat sehingga menyebabkan penderita mengalami “kelumpuhan” aktivitas untuk sementara (Youngson, 2002).

II.    PENGANTAR
Bidang studi   : Promosi Kesehatan
Topik               : Nyeri Haid
Sub topik         : Nyeri Haid pada Remaja
Sasaran            : Remaja
Hari/tanggal    : Jum’at, 16 September 2016
Jam                  : 11.00 WIB
Waktu             : 40 menit
Tempat            : Balai Desa

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan remaja putri dapat memahami dan mengerti tentang Nyeri haid yang sering dialami wanita saat menstruasi

IV. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini remaja putri dapat menjelaskan kembali :
1.      Pengertian  nyeri haid
2.      Penyebab
3.      Tanda dan Gejala
4.      Pengobatan

V.    MATERI
Terlampir

VI. METODE
A.    Ceramah
B.     Tanya jawab

VII.    MEDIA
A.    Materi SAP
B.     Powerpoint dan Leaflet

VIII. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
1
3 menit
Pembukaan:
1.      Memberi salam
2.      Menjelaskan tujuan penyuluhan

1.      Menjawab salam
2.      Mendengarkan dan
  memperhatikan
2
25 menit
Pelaksanaan:
1.   Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi:
Pengertian  nyeri haid
Penyebab
Tanda dan Gejala
Pengobatan


Mendengarkan dan menyimak pembicara

3
10Menit
Evaluasi:
Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
Pengertian  nyeri haid
Penyebab
Tanda dan Gejala
Pengobatan


Bertanya dan menjawab pertanyaan
4
2  menit
Penutup:
Mengucapkan terima kasih dan salam

Menjawab salam

IX. PENGESAHAN
Palemabang, 15 September 2016
Sasaran                                                                        Pemberi penyuluhan


Remaja                                                                        Anidar Aprilia

           Mengetahui,
     Dosen pembimbing



                                  Rina Nursanti, SKM, M.Kes



X.    EVALUASI
A.    Essay
B.     Pertanyaan
1.      Pengertian  nyeri haid
2.      Penyebab
3.      Tanda dan Gejala
4.      Pengobatan

XI. LAMPIRAN MATERI

NYERI HAID PADA REMAJA

A.    Pengertian Nyeri Haid
Dismenorea didefinisikan sebagai nyeri haid yang sedemikian hebatnya sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari, untuk beberapa jam atau beberapa hari.
Nyeri yang dirasakan selama menstruasi adalah normal namun apabila berlebihan, maka hal ini merupakan masalah. Terutama apabila nyeri ini sampai membatasi / mengganggu aktivitas sehari – hari atau sampai selalu membutuhkan obat penghilang rasa nyeri.          
Nyeri haid atau disminore itu sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 2.
Berdasarkan ada tidaknya kelainan ginekologis dan berdasarkan dengan intensitas nyerinya.
1)      Berdasarkan ada tidaknya kelainan ginekologis :
a.        Dismenorea primer, yaitu dismenorea yang terjadi tanpa disertai adanya kelainan ginekologis. Pada wanita yang secara emosional tidak stabil, dismenorea primer mudah terjadi. Faktor konstitusi erat kaitannya dengan faktor psikis, faktor ini dapat menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri.
Dismenorea primer timbul sejak menarche, biasanya pada tahun pertama atau kedua haid. Biasanya terjadi pada usia antara 15-25 tahun dan kemudian hilang pada usia akhir 20-an atau awal 30-an. Nyeri biasanya terjadi beberapa jam sebelum atau setelah periode menstruasi dan dapat berlanjut hingga 48-72 jam. Nyeri diuraikan sebagai mirip-kejang, spasmodik, terlokalisasi pada perut bagian bawah (area suprapubik) dan dapat menjalar ke paha dan pinggang bawah. Dapat disertai dengan mual, muntah, diare, nyeri kepala, nyeri pinggang bawah, iritabilitas, rasa lelah dan sebagainya

b.        Dismenorea sekunder, yaitu dismenorea yang berkaitan dengan kelainan ginekologis, baik kelainan anatomi maupun proses patologis pada pelvis.
Dismenorea sekunder biasanya terjadi beberapa tahun setelah menarche, dapat juga dimulai setelah usia 25 tahun. Nyeri dimulai sejak 1-2 minggu sebelum menstruasi dan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah menstruasi. Pada dismenorea sekunder dijumpai kelainan ginekologis seperti endometriosis, adenomiosis, kista ovarium, mioma uteri, radang pelvis dan lain-lain. Dapat pula disertai dengan dispareuni, kemandulan, dan perdarahan yang abnormal

2)      Berdasarkan intensitas nyeri
a.       Dismenorea ringan, yaitu dismenorea dengan rasa nyeri yang berlangsung beberapa saat sehingga perlu istirahat sejenak untuk menghilangkan nyeri, tanpa disertai pemakaian obat.
b.      Dismenorea sedang, yaitu dismenorea yang memerlukan obat untuk menghilangkan rasa nyeri, tanpa perlu meninggalkan aktivitas sehari-hari.
c.       Dismenorea berat, yaitu dismenorea yang memerlukan istirahat sedemikian lama dengan akibat meninggalkan aktivitas sehari-hari selama 1 hari atau lebih

B.  Penyebab Nyeri Haid :
Penyebab dari nyeri haid ini adalah
a.       Disminorrea primer
Banyak teori yang telah ditemukan untuk menerangkan penyebab terjadi disminorrea primer, tetapi meskipun begitu patofisiologinya belum jelas terjadi. Etiologi dari disminorrea   primer tersebut adalah:
1)      Faktor Psikologis
Biasanya terjadi pada remaja yang tidak stabil emosional tidak stabil, mempunyai ambang nyeri tang rendah, sehingga dengansedikit rangsangan nyeri, maka akan sangat merasakan kesakitan
2)      Faktor Endokrin
Pada umumnya haid ini dihubungkan dengan kontraksi uterus yang tudak bagus. Hal ini sanagt erat kaitannya dengan pengaruh hormonal. Peningkatan produksi prostlagandin akan menyebabakan terjadinya kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi sehingga menimbulkan nyeri

b.      Disminorrea sekunder
Pada disminorrea sekunder etiologi yang mungkin terjadi adalah :
1)      Faktor konstitusi seperti anemia, pemakaian kontrasepsi IUD, benjolan yang menyebabkan perdarahan, tumor atau fibroid
2)      Anomali uterus konginental, seperti : rahim yang terbalik, peradangan selaput lendir rahim,
3)      Endometriosis
Penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan endometrium di luar rongga rahim. Endometrium adalah jaringan yang membatasi bagian dalam rahim. Saat siklus menstruasi, lapisan endometrium ini akan bertambah sebagai persiapan terjadinya kehamilan. Bila kehamilan tidak terjadi, maka lapisan ini akan terlepas dan dikeluarkan sebagai menstruasi.
4)      Infeksi pelvis
                                        
C.     Tanda dan Gejala
1.      Nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai
2.      Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.
3.      nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang.
4.      Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah

D.    Pengobatan
Pengobatan atau penatalaksanaan dari diminorrea ini dapat dilakukan dengan medis dan non medis.
1.      Terapi medis untuk perempuan yang mengalami dissminorrea adalah :
Pemberian obat analgetik  digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri.
dapat menggunakan aspirin, asetaminofen, propofiksen (untuk Nyeri ringan), Promrtazin, oksikodon, butalbitat ( untuk Nyeri berat)

a.       Terapi Hormonal
Pengobatan hormonal untuk meredakan dismenore, dan lebih tepat diberikan pada wanita yang ingin menggunakan alat KB berupa pil. Jenis hormon yang diberikan progestin, pil kontrasepsi (estrogen rendah dan progesteron tinggi). Pemberian pil dari hari 5-25 siklus haid dengan dosis 5-10 mg/hari. Progesteron diberikan pada hari ke 16 sampai ke 25 siklus haid, setelah keluhan nyeri berkurang.

b.      Terapi dengan obat non steroid antiprostlagandin
Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) yang menghambat produksi dan kerja prostaglandin digunakan untuk mengatasi dismenore primer. NSAIDs tidak boleh diberikan pada wanita hamil, penderita dengan gangguan saluran pencernaan, asma dan alergi terhadap jenis obat anti prostaglandin

2.      Terapi non Medis dapat dilakukan :
a.       Rileksasi menggunakan suhu panas (bantal pemanas, kompres hangat, minum minuman hangat, mandi air hangat)
b.      Tidur dan sitirahat yang cukup
c.       Mendengarkan musik
d.      Olahraga teratur
             
XII.DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT RINEKA CIPTA.
Glasier, Anna. 2005. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta : EGC
Hidayat, Aziz Alimul. 2009. Metode Penelitian & Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.
Kartono, Kartini. 2006. Psikologi Wanita 1 (Mengenal Gadis Remaja & Wanita dewasa).Bandung : Mandar Maju






SAP PERNIKAHAN DINI

SATUAN ACARA PENYULUHAN
PERNIKAHAN DINI

I.                     IDENTIFIKASI MASALAH
Undang-undang negara kita telah mengatur batas usia perkawinan. Dalam Undang-undang Perkawinan bab II pasal 7 ayat 1 disebutkan bahwa  perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 (enam belas tahun) tahun.
Berdasarkan ilmu kesehatan pernikahan yang terjadi pada usia dibawah 20 tahun dapat berakibat buruk pada kesehatan reproduksi. Berdasarkan pendataan yang telah dilakukan, didapatkan jumlah remaja putri 80 orang dengan persentase 16% melakukan perkawinan di usia kurang dari 20 tahun. Didapatkan pula jumlah 574 KK dengan persentase 52% istrinya menikah saat usia kurang dari 20 tahun.
Berdasarkan pendataan tersebut dan mengingat bahayanya dampak pernikahan dibawah usia 20 tahun maka mahasiswi mencoba memberikan informasi tentang pernikahan di bawah usia 20 tahun beserta dampak yang akan terjadi karena kurangnya pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dibawah usia 20 tahun.
II.                PENGANTAR            
                      Bidang Studi                     : Kesehatan Masyarakat  
                     Topik                                 :Pernikahan
Sub Topik                          : Pernikahan Dini
Sasaran                              :Remaja
Hari Tanggal                      :  Rabu, 14 September 2016
Jam                                    : 08.00 Wib-Selesai
Waktu                                : 20 menit
Tempat                               :  Jln wirajaya 1, Pakjo

III.             TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti penyuluhan ini peserta penyuluhan dapat mengerti tentang pernikahan dini
IV.                INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah selesai diadakan penyuluhan, peserta  diharapkan dapat  :
-       Mengerti pengertian tentang pernikahan dini
-       Mengetahui tahapan-tahapan pada masa remaja
-       Mengetahui tentang tanda-tanda perubahan masa remaja
-       Mengetahui peran remaja dalam masyarakat
-       Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi seks pranikah
-       Mengetahui akibat dari seks pranikah
V.                MATERI
Terlampir
VI.               METODE :
A. Ceramah
B. Tanya jawab
VII.          MEDIA :
A.    Materi Sap 
B.     Leflet
C.     LCD
D.      Laptop
VIII.       KEGIATAN KEMBELAJARAN
NO
WAKTU
Kegiatan Penyuluhan

1.       
2 Menit
1.)     

2.)     
Pembukaan:
Memberi salam                                                    1.
Menjelaskan tujuan penyuluhan                          2.


Menjawab salam
Mendengarkan dan memperhatikan.
2.       
8 menit
1.)     


a.        
b.       

c.        
Pelaksanaan:
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi :
Pengertian Pernikahan dini
Factor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini
Dampak pernikahan dini

Mendengarkan dan menyimak pembicara
3.       
4 menit



a.        
b.       

c.        
Evaluasi:
Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
Pengertian Pernikahan dini
Factor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini
Dampak pernikahan dini

Bertanya dan menjawab pertanyaan
4.       
1 menit
Penutup:
Mengucapkan terimakasih dan salam
Menjawab salam

IX.             PENGESAHAAN                                         …………….,                    2016
Sasaran                                                                            Pemberi Penyuluhan


Remaja                                                                             Ayu Nurul Lestari
Mengetahui,
Dosen Pembimbing


Rina Nursanti, SKM, M.Kes






X.                EVALUASI
A.    Essay
B.     Pertanyaan
a.        Pengertian Pernikahan dini
b.      Factor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini
c.       Dampak pernikahan dini

XI.             LAMPIRAN MATERI
A.    Pengertian Pernikahan Dini
Undang-undang negara kita telah mengatur batas usia perkawinan. Dalam Undang-undang Perkawinan bab II pasal 7 ayat 1 disebutkan bahwa  perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 (enam belas tahun) tahun.
Menurut agama pernikahan dini adalah pernikahan sebelum seorang anak baligh.
B.     Factor yang Menyebabkan Terjadinya Pernikahan Dini
·         Adanya perjodohan yang dilakukan orang tua.
·         Para orang tua ingin mempercepat perkawinan dengan berbagai alasan ekonomi, sosial anggapan tidak penting pendidikan bagi anak perempuan dan stigma negatif terhadap status perawan tua.
·         Hal yang sama juga jika anak yang putus sekolah tersebut menganggur. Dalam kekosongan waktu tanpa pekerjaan membuat mereka akhirnya melakukan hal-hal yang tidak produktif. Salah satunya adalah menjalin hubungan dengan lawan jenis, yang jika diluar kontrol membuat kehamilan di luar nikah.
·         diajukannya pernikahan karena anak-anak telah melakukan hubungan biologis layaknya suami istri. Dengan kondisi seperti ini, orang tua anak perempuan cenderung segera menikahkan anaknya, karena menurut orang tua anak gadis ini, bahwa karena sudah tidak perawan lagi, dan hal ini menjadi aib.
·         Hamil sebelum nikah
C.    Dampak pernikahan dini
1.         Dampak biologis
Anak secara biologis alat-alat reproduksinya masih dalam proses menuju kematangan sehingga belum siap untuk melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya, apalagi jika sampai hamil kemudian melahirkan. Jika dipaksakan justru akan terjadi trauma, perobekan yang luas dan infeksi yang akan membahayakan organ reproduksinya sampai membahayakan jiwa anak. Patut dipertanyakan apakah hubungan seks yang demikian atas dasar kesetaraan dalam hak reproduksi antara isteri dan suami atau adanya kekerasan seksual dan pemaksaan (penggagahan) terhadap seorang anak. Anak perempuan berusia 10-14 tahun memiliki kemungkinan meninggal lima kali lebih besar, selama kehamilan atau melahirkan, dibandingkan dengan perempuan berusia 20-25 tahun. Sementara itu, anak yang menikah pada usia 15-19 tahun memiliki kemungkinan dua kali lebih besar.
2.         Dampak psikologis
Secara psikis anak juga belum siap dan mengerti tentang hubungan seks, sehingga akan menimbulkan trauma psikis berkepanjangan dalam jiwa anak yang sulit disembuhkan. Anak akan murung dan menyesali hidupnya yang berakhir pada perkawinan yang dia sendiri tidak mengerti atas putusan hidupnya. Selain itu, ikatan perkawinan akan menghilangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan (Wajar 9 tahun), hak bermain dan menikmati waktu luangnya serta hak-hak lainnya yang melekat dalam diri anak. Menurut temuan Plan, sebanyak 44 persen anak perempuan yang menikah dini mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan tingkat frekuensi tinggi. Sisanya, 56 persen anak perempuan mengalami KDRT dalam frekuensi rendah.
3.         Dampak Sosial
Fenomena sosial ini berkaitan dengan faktor sosial budaya dalam masyarakat patriarki yang bias gender, yang menempatkan perempuan pada posisi yang rendah dan hanya dianggap pelengkap seks laki-laki saja. Kondisi ini sangat bertentangan dengan ajaran agama apapun termasuk agama Islam yang sangat menghormati perempuan (Rahmatan lil Alamin). Kondisi ini hanya akan melestarikan budaya patriarki yang bias gender yang akan melahirkan kekerasan terhadap perempuan. Di bidang pendidikan, perkawinan dini mengakibatkan si anak tidak mampu mencapai pendidikan yang lebih tinggi. Hanya 5,6 persen anak kawin dini yang masih melanjutkan sekolah setelah kawin.

Lampiran kegiatan

No.
Kegiatan mahasiswa
Kegiatan peserta
1.
Pre conference (10’)
1.          Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri
2.          Apersepsi dengan memberi pertanyaan dan menggali pengetahuan remaja tentang pernikahan dini
3.          Menyempurnakan pendapat remaja.

Membalas salam
Menjawab dan memberi pendapat

Memperhatikan
2.
Pelaksanaan (35’)
1.      Menjelaskan definisi pernikahan dini
2.      Menjelaskan penyebab pernikahan dini
3.      Menjelaskan  dampak pernikahan dini

Mendengarkan
Memperhatikan

Memperhatikan
3.
Post conference (15’)
1.      Menyimpulkan hasil pemberian ceramah
2.      Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya langsung

Memperhatikan
Mengajukan pertanyaan








.         DAFTAR PUSTAKA
Bimo Walgito, 1981, Pengantar Psikologi Umum, Edisi III, Yayasan Penerbit Fak. Psikologi UGM, Yogyakarta
 Tri Rusmi Widayatun, 1999, Ilmu Perilaku, Infomedika
   http://alfiyah23.student.umm.ac.id/2010/01/29/dampak-pernikahan-dini/


SATUAN ACARA PENYULUHAN (MENARCHE)

I.                   LATAR BELAKANG/ IDENTIFIKASI MASALAH
Menstuasi merupakan siklus alamiah tubuh wanita untuk reproduksi. Sangatlah penting bagi setiap wanita untuk mengetahui semua hal mengenai menstruasi terutama bagi  mereka yang pertama kali mengalaminya. Anak-anak perempuan yang tidak mengenal tubuh mereka dan proses reproduksi dapat mengira bahwa menstruasi merupakan bukti adanya penyakit atau bahkan hukuman akan tingkah laku yang buruk. Anak-anak perempuan yang tidak diajari untuk menganggap menstruasi sebagai fungsi tubuh normal dapat mengalami rasa malu yang amat dan perasaan kotor saat menstruasi pertama mereka. Bahkan saat menstruasi akhirnya dikenali sebagai proses yang normal, perasaan kotor dapat tinggal sampai masa dewasa. Namun, dalam tahun-tahun belakangan ini pendidikan anatomi dan fisiologi yang lebih baik telah menjadikan penerimaan akan menstruasi. Malahan banyak wanita yang melihat menstruasi dengan bangga sebagai proses yang hanya terjadi pada wanita. Beberapa keluarga bahkan memiliki perayaan khusus untuk menghormati kedewasaan seorang wanita muda.
II.          PENGANTAR
Bidang Studi         : Kesehatan Reproduksi                                   
Pokok Bahasan           : Menarche
Sub Pokok Bahasan    : Persiapan Menarche
Sasaran                     : Siswi Remaja
Hari/Tanggal             : Sabtu, 18 September 2016
Waktu                      : 45 Menit
Tempat                     : Kampus Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang

III.             TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan sasaran diharapkan mampu memahami tentang menstuaisi dan hal-hal yang terkait lainnya, serta remaja-remaja muda atau siswi-siswi menjadi siap dan paham mengenai menarche yang fisiologis di alami oleh setiap wanita dan dapat memahaminya.
IV.             TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIU)
1.      Menjelaskan definisi Menstruasi
2.      menjelaskan proses terjadinya menstruasi
3.      menjelaskan PMS (Pre-Menstruasi Syndrome)
4.      menjelaskan cara mengatasi PMS
5.      menjelaskan gangguan-gangguan menstruasi
6.      menjelaskan cara mengatasi nyeri menstruasi
7.      menjelaskan cara menjaga kebersihan saat menstruasi

V.                Garis Besar Materi
1.      Pengertian menstruasi
2.      Proses terjadinya menstruasi
3.      PMS (Pre-Menstruasi Syndrome)
4.      Cara mengatasi PMS
5.      Gangguan-gangguan menstruasi
6.      Cara mengatasi nyeri menstruasi
7.      Menjaga kebersihan saat menstruasi

VI.             METODE
Cermah dan tanya jawab
VII.          MEDIA
Leaflet dan flip chart
VIII.       PROSES KEGIATAN PEMBELAJARAN
No.
Kegiatan Penyuluh
Kegiatan Audien
Waktu
Pendahuluan :
1.      Menyampaikan salam
2.      Menjelaskan tujuan
3.      Apersepsi

1.    Membalas salam
2.    Mendengarkan dengan aktif
3.    Mendengarkan dan memberi respon
5 menit




2.













Penjelasan materi :
1.      Pengertian Menstruasi
2.      Proses terjadinya menstruasi
3.      PMS (Pre-Menstruasi Syndrome)
4.      Cara mengatasi PMS
5.      Gangguan-gangguan menstruasi
6.      Cara mengatasi nyeri menstruasi.
7.      Menjaga kebersihan saat menstruasi


1.      Mendengarkan, memperhatikan
2.      Menanyakan hal-hal yang belum jelas










25 menit













3.





















Evaluasi:
·         Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang di sampaikan pembicara dengan memberikan pertanyaan lisan, meliputi:
1.    Pengertian Menstruasi
2.      Proses terjadinya menstruasi
3.      PMS (Pre-Menstruasi Syndrome)
4.      Cara mengatasi PMS
5.      Gangguan-gangguan menstruasi
6.      Cara mengatasi nyeri menstruasi.
7.      Menjaga kebersihan saat menstruasi
·         Mempersilahkan audiens untuk bertanya mengenai materi yang belum mereka pahami
1.      Menjaw ab pertanyaan  pembicara
2.      Memberikan pertanyaan lisan


















10 menit





















4.




Penutup
1.      Menyimpulkan hasil penyuluhan
2.      Memberikan salam dan terimakasih
1.    Aktif bersama dalam menyimpulkan
2.    Membalas salam


5      menit





IX.             PENGORGANISASIAN

Setting tempat : —————-
Penyaji : ———————
X.                EVALUASI

Bentuk lisan :
1.      Sebutkan pengertian menstruasi
2.      Sebutkan gangguan-ganguan mensruasi
3.      Sebutkan cara mengatasi nyeri menstruasi
4.      Sebutkan keluhan saat mentruasi
5.      Sebutkan bagaimana cara menjaga kebersihan saat menstruasi

XI.             PENGESAHAN

                                                                                                   Palembang, 18 September 2016
                  Sasaran                                                                      Pemberi Penyuluhan

         Siswa-Siswa (Remaja)                                                       Desti Putri Andarie          


                                                              Mengetahui,
                                                              Pembimbing


                                                     Rina Nursanti, SKM, M.Kes.
                                               
XII.     LAMPIRAN MATERI
MENSTRUASI
1.      Definisi Menstruasi
Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Satu siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi sampai tepat satu hari sebelum menstruasi bulan berikutnya. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktor-faktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 – 50 tahun, sekali lagi tergantung pada kesehatan dan pengaruh-pengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut.
2.      Proses Menstruasi
Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana.
3.      PMS (Pre-menstruasi Symdrome)
PMS (pre menstruasi syndrome) atau gejala pre-menstruasi, dapat menyertai sebelum atau saat menstruasi. Antara lain:
-            Keluhan Fisik
-          Perasaan malas bergerak, badan menjadi lemas, serta mudah merasa lelah.
-          Buah dada nyeri, tegang dan sakit saat di sentuh
-          Mengalami kram perut (dismenorrhoe).
-          Nafsu makan meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam.
-          Kepala nyeri.
-          Berat badan bertambah, karena tubuh menyimpan air dalam jumlah yang banyak.
-          Pinggang terasa pegal.
-          Keluhan Biologis
-          Emosi menjadi labil. Biasanya kita mudah uring-uringan, sensitif, dan perasaan-perasaan negatif lainnya.
-          Kurang konsentrasi

4.      Cara Mengatasi PMS
Kalau kita mengalami PMS kita bisa melakukan hal-hal di bawah ini;
-          Kurangi makanan bergaram, seperti kentang goreng, kacang-kacangan, dan makanan berbumbu, untuk mengurangi penahanan air berlebih.
-          Kurangi makanan berupa tepung, gula, kafein, coklat.
-          Tambahkan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin C dosis tinggi, seminggu sebelum menstruasi.
-          Makan makanan berserat dan perbanyak minum air putih.
-          Jika menstruasi cukup banyak mengeluarkan darah, perbanyak makan makanan atau suplemen yang mengandung zat besi agar terhindar dari anemia.


5.      Ganguan-Ganguan Menstruasi
Salah satu masalah yang paling sering menjadi keluhan oleh kebanyakan wanita adalah nyeri saat menstruasi (dismenorrhea). Sebenarnya nyeri saat menstruasi merupakan hal yang lumrah dialami oleh setiap wanita, akan tetapi yang membedakannya adalah apabila hal tersebut mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-harinya.

Nyeri saat menstruasi dapat kita kategorikan menjadi dua, yaitu nyeri primer dan sekunder. Nyeri menstruasi primer yaitu nyeri menstruasi yang tidak berhubungan dengan kelainan patologis yang berasal dari panggul dan organ di dalamnya.Nyeri ini dapat terjadi 2-3 tahun setelah menstruasi pertama dan mencapai puncaknya saat wanita mencapai usia 15-25 tahun. Kemudian nyeri akan menurun intensitasnya seiring dengan pertambahan usia dan menghilang saat wanita melahirkan secara alami. Nyeri ini dapat bersifat hilang timbul atau menetap.

Biasanya nyeri terasa 24 jam sebelum menstruasi dan berakhir 24-36 jam setelah menstruasi berhenti. Nyeri dirasakan pada perut bagian bawah yang kemudian dapat menyebar ke punggung atau bagian dalam paha. Gejala-gejala lain yang dapat menyertai antara lain mual, muntah, sakit kepala, cemas, gelisah, diare, pingsan, dan perut kembung. Nyeri haid ini normal, namun dapat berlebihan bila dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan.

Apabila nyeri saat menstruasi muncul saat anda berumur lebih dari 20 tahun maka ini masuk dalam kategori kedua yaitu nyeri menstruasi sekunder, yaitu nyeri menstruasi yang berhubungan dengan kelainan yang berasal dari panggul dan organ didalamnya.Biasanya nyeri ini terjadi 2 hari atau lebih sebelum menstruasi dimulai dan rasa nyeri akan semakin hebat saat menstruasi, kemudian menghilang 2 hari atau lebih setelah menstruasi berhenti. Nyeri haid sekunder, biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista/polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang dapat mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.

Gangguan menstruasi lain, yaitu Amenorrhoe atau tidak mendapatkan haid sama sekali. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebabnya:
1.      Disebut Hymen imperforata, yaitu selaput dara tidak berlubang. Sehingga darah menstruasi terhambat untuk keluar. Biasanya keadaan ini diketahui bila cewek sudah waktunya mens tetapi belum mendapatkannya. Dia mengeluh sakit perut setiap bulan. Untuk mengatasi hal ini biasanya dioperasi untuk melubangi selaput daranya.
2.      Menstruasi anovulatoire, yaitu rangsangan hormon-hormon yang tidak mencukupi untuk membentuk lapisan dinding rahim, hingga tidak terjadi haid atau hanya sedikit. Kurangnya rangsangan hormon ini menyebabkan endometrium tidak terbentuk dan keadaan ini menyebabkan cewek tidak mengalami masa subur karena sel telur tidak terbentuk. Pengobatannya dengan terapi hormon.
3.      Amenorrhoea sekunder, biasanya penderita sudah pernah mens sebelumnya. Hal ini diakibatkan oleh berbagai keadaan seperti hipotensi, anemia, infeksi, kelemahan kondisi tubuh secara umum. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh stres psikologis. Apabila terjadi kondisi ini sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

6.      Cara Mengatasi Nyeri Menstruasi
Berikut ini beberapa tips untuk mencegah nyeri saat menstruasi :
1.      Hindari olahraga berat selama menstruasi.
2.      Hindari konsumsi alkohol, kopi, dan juga coklat karena dapat meningkatkan kadar estrogen yang nantinya dapat memicu lepasnya prostaglandin. Hindari juga makanan bersuhu dingin misalnya es krim.
3.      Konsumsi vitamin E, vitamin B6, atau minyak ikan.
4.      Konsumsi sayuran dan buah-buahan serta makanan rendah lemak.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sakit perut saat menstruasi :
1.      Kompres dengan botol panas (hangat) tepat pada bagian yang terasa kram (bisa di perut atau pinggang bagian belakang)
2.      Mandi air hangat, boleh juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri
3.      Minum minuman hangat yang mengandung kalsium tinggi
4.      Mengosok-gosok perut/pinggang yang sakit
5.      Ambil posisi menungging sehingga rahim tergantung ke bawah. Ini bisa membantu relaksasi
6.      Tarik napas dalam-dalam secara perlahan untuk relaksasi.
7.      Kita harus segera mencari pertolongan kalau mengalami hal-hal sebagai berikut:
8.      Apabila menstruasi yang pertama (menarche) mulai keluar sebelum usia 8 tahun, atau belum mengalami menstruasi setelah usia melewati 18 tahun.
9.      Apabila siklus menstruasi kurang dari 14 hari, atau lebih dari 35-40 hari sekali.
10.  Apabila lamanya menstruasi lebih dari 14 hari.
11.  Apabila volume darah haid sangat banyak (ganti pembalut 10 kali per hari).
12.  Sakit perut sampai tidak bisa mengerjakan aktivitas sehari-hari atau bahkan sampai pingsan. Atau jika rasa nyeri itu semakin lama semakin bertambah intensitasnya.
13.  Muncul noktah darah (spotting) di antara dua siklus haid.
14.  Warna darah kelihatan tidak seperti biasanya, menjadi lebih kecoklatan atau merah muda segar atau kalau darah mens keluar sampai bergumpal-gumpal.
15.  Darah mens berbau anyir, bahkan berbau busuk.

7.      Menjaga Kebersihan Saat Menstruasi
-          Jagalah kebersihan daerah kewanitaan.
-          Bersihkan dengan air dari depan kebelakang.
-          Gantilah pembalut minimal 3 kali sehari / Maksimal 6 jam sekali.

XIII.    DAFTAR PUSTAKA
1)      Manuaba, 2001. Ilmu KebidananPenyakit Kandungan. Jakarta: EGC
2)      Prawirohardjo, S. 2008. Ilmu Kandungan. Jakarata: Yayasan Bina Pustaka.









I.                   IDENTIFIKASI MASALAH

Seiring berkembangnya jaman baik perkembangan tekhnologi ataupun kebudayaan banyak dampak-dampak yang di timbulkan  baik dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu dampak negatif dari perkembangan tekhnologi dan budaya adalah Married by Accident (MBA).Mungkin kita pernah atau bahkan sering mendengar istilah Married by Accident (MBA). Ya, istilah ini bisa dibilang cukup “populer”  di masyarakat, khususnya pada kalangan remaja. MBA adalah pernikahan yang terjadi akibat adanya hubungan yang “dilarang” yang dilakukan oleh 2 orang (pria dan wanita) tanpa ada status yang resmi atau sah. Dan itu terjadi karena kecelakaan atau hamil diluar nikah sehingga mau tidak mau harus dilakukan penikahan karena sudah terlanjur hamil.MBA dapat terjadi karena pergaulan bebas, miras, atau seks bebas.
Kasus MBA ini memang bisa terjadi pada siapa saja tetapi biasanya kasus ini banyak terjadi pada usia remaja (remaja awal – remaja akhir). Mengapa banyak terjadi di usia remaja karena banyak faktor yang mendorong atau mendukung sehingga dapat terjadinya Married by Accident ini. Salah satu faktornya adalah pergaulan bebas. Pergaulan bebas yang merebak di kalangan remaja ini bisa dibilang sebagai faktor utama MBA. Sifat khas pada usia remaja yaitu ingin mencoba hal baru dan tidak memikirkan apakah yang dilakukannya tersebut akan membawa perubahan baik atau buruk.

II.                PENGANTAR
Bidang studi         : Promosi Kesehatan
Topik                     : Married By Accident (MBA)
Sub topik               : Pentingnya Pengetahuan Mengenai Dampak MBA
Sasaran                  : Remaja
Hari/tanggal          : Kamis, 15 September 2016
Jam                        : 11.00 WIB
Waktu                   : 35 menit
Tempat                  : Komplek. Sukajadi Indah

III.             TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang Married By Accident, para remaja diharapkan memahami tentang dampak dari married by accident (MBA) atau hamil di luar nikah sehingga para remaja dapat waspada dalam pergaulannya.

IV.             TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan  penyuluhan, keluarga dapat menjelaskan kembali:
a.       Pengertian Married By Accident (MBA)
b.      Faktor-faktor yang mempengaruhi MBA
c.       Dampak negative dari MBA
d.         Pencegahan MBA


V.                MATERI
Terlampir

VI.             METODE
A.    Ceramah
B.     Tanya jawab

VII.          MEDIA
A.    Materi SAP
B.     Powerpoint

VIII.       KEGIATAN PEMBELAJARAN

No
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
1
5 menit
Pembukaan:
1.      Memberi salam
2.      Menjelaskan tujuan penyuluhan
Menyebutkan materi/pokok bahasan yang akan disampaikan

1.      Menjawab salam
2.      Mendengarkan dan memperhatikan
2
20 menit
Pelaksanaan:
1.      Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi:
a.       Pengertian Married By Accident (MBA)
b.      Faktor-faktor yang mempengaruhi MBA
c.       Dampak MBA
Pencegahan MBA
P

Mendengarkan dan menyimak pembicara

3
5 menit
Evaluasi:
Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
a.       Pengertian Married By Accident (MBA)
b.      Faktor yang mempengaruhi MBA
c.       Dampak MBA
Pencegahan MBA
P

Bertanya dan menjawab pertanyaan
4
5 menit
Penutup:
Menyimpulkan materi yang telah disampaikan
Mengucapkan terima kasih dan salam

Menjawab salam




IX.             PENGESAHAN
Palembang, 15 September 2016
Sasaran                                                                                             Pemberi penyuluhan
           

Masyarakat                                                                                          Fitria Ramadhani


                                                           
Mengetahui,
                                                       Dosen pembimbing


   Nursanti, SKM, M.Kes

X.                EVALUASI
A.    Essay
B.     Pertanyaan
1.      Pengertian MBA
2.      Faktor yang mempengaruhi MBA
3.      Dampak MBA
4.         Pencegahan MBA

XI.             LAMPIRAN MATERI

Married By Accident

Pengertian Married By Accident (MBA)
Married By Accident (MBA) adalah suatu pernikahan yang terjadi akibat adanya hubungan yang “dilarang” yang dilakukan oleh 2 orang (pria dan wanita) tanpa ada status yang resmi/sah.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi MBA
1.    Faktor ekonomi

Mungkin mereka (pelaku) merasa mampu untuk membiayai penikahan dan biaya hidup pasca penikahan. Namun mereka tidak memikirakan hal yang lain karena pernikahan itu tidak hanya sekedar mampu membiayai biaya hidup namun mereka juga harus mampu menanggung hal-hal yang timbul pasca pernikahan itu terjadi. Seperti bagaimana mengurus anak dengan baik ataupun masalah-masalah yang mungkin terjadi saat pernikahan. Itu munghkin faktor dari segi ekonomi yang menyebabkan mengapa MBA itu bisa terjadi.
Tapi selain diatas mereka merasa mampu untuk membiayai pernikahan dan pasca pernikahan ada juga fenomena yang menyatakan bahwa merekan melakukan MBA karen keadaan keluarganya yang hidup digaris kemiskinan, untuk meringankan beban orang tuanya maka mereka (pelaku) melakukan hubungan intim yang menyebabkan kehamilan. Oleh karena itu kita janganlah beranggapan bahwa perniukahan itu hanya mampu membiayai biaya hidup saja.
Melainkan juga hal yang lain yang berhubungan dengan semua tanggung jawab, tuntuttan, resikonya, dll. Karena apabila ketidak siapan mental “pelaku” untuk menjalankan kehidupan berkeluarga justru akan membawa kekacauan didalam keluarganya atau KDRT.
2.    Faktor Politik
Dari faktor politik (pengaruh dari luar), mungkin si “pelaku” sering menonton film-film porno sehingga dia merasa penasaran dengan apa yang dilihat tanpa memikirkan dampak dari apa yang dilihatnya itu. Dan pergaulan bebas yang didukung dengan maraknya  pariwisata di Klaten seperti losmen yang banyak seklai terdapat di kota Klaten dengan harga-harga yang dapat dijangkau oleh ukuran anak-anak remaja yang memudahkan mereka mencari tempat untuk melakukan hubungan intim yang dapat menyebabkan kehamilan di luar nikah sehingga MBA terjadi. Atau seiring berkembangnya tekhnologi banyaknya tempat warnet yang memungkinkan mereka mengakses film porno. Bahkan ada juga yang memanfaatkan warnet itu bukan untuk bermain internet atau facebook, chat, tetapi mereka memanfaatkanya itu untuk berbuat sex. Selain itu lingkungan juga dapat mempengarui, Maka dari itu kita hendaknya pandai-pandai dalam memilih teman dan lingkungan bermain kita.

3.    Faktor Sosial Budaya
Faktor sosial budaya meliputi pergaulan bebas, miras, narkoba, free sex, dan juga broken home. Semuanya faktor itu dapat memicu tindakan MBA contohnya saja anak mengalami broken home dia akan merasa tidak ada lagi orang yang sayang kepadanya karena orang tuanya saja malah berpisah. Itu memnyebabkan dia akan mencari kebahagian diluar rumah seperti miras, narkoba, atau bahkan free sex. Kalau itu semua terus dilakukan lama-lama si anak tersebut akan merasa narkoba, miras atau free sex tersebut adalah obat dikala dia mempunyai masalah. Itu adalah anggapan yang salah yang selama ini masih digunakan para remaja saat mereka mempunyai masalah justru akan melakukan hal-hal tersebut. Kalau itu terus dilakukan bukan tidak mungkin MBA akan terjadi karena seringnya mereka melakukan free sex dan di tambah dengan miras dan narkoba yang membuat mereka tidak sadar mereka sedang melakukan apa.

Dampak MBA
Resiko tinggi pada abortus, karena hamil di usia muda apalagi kehamilan yang tidak diinginkan akan menyebabkan gangguan psikologis pada wanita, sehingga tumbuh kembang janin pun terhambat.
Pasangan MBA akan merasa malu karena perbuatan yang dilakukanya atau bahkan mereka akan dikucilkan oleh masyarakat karena perbuatanya, itu semua akan membuat mereka merasa frustasi dan yang paling di takuti meraka akan berbuat hal-hal yang tidak diinginkan seperti bunuh diri.
Keluarga yang terjadi karena MBA itu akan mengalami kegonjangan karena mereka belum siap dengan apa yang seharusnya belum mereka lakukan dan juga akan berimbas kepada anaknya kelak.
Biasanya pasangan yang menikah karena kecelakaan akan mengalami emosional yang tidak terkontrol, sehingga tak jarang pasangan MBA akan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pencegahan MBA
Orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka atau setidaknya prang tua tau kegiatan apa yang dilakukan anak-anaknya. Seandainya anaknya berada jauh dari pengawasan mereka (kuliah) tidak sepunuhnya melepas mereka karena kalau itu terjadi anak akan merasa bebas karena tidak ada yang mengawasinya. Oleh karena itu orang tua tetap memantau dari jauh dengan cara berkomunikasi lewat hp dll. Orang tua juga harus mampu membibing dan mengarahkan anaknya seiring majunya tekhnologi yaitu cara pemanfaatanya yang sekarang ini banyak di salah gunakan yaitu dengan cara untuk mengakses gambar ataupun film porno dan itu adlah salah satu penyebab dari MBA.

2.    Dari diri kita masing-masing (remaja) janganlah kita salah bergaul dengan orang-orang yang memungkinkan kita terjerumus hal-hal yang memicu kita melakukan hubungan intim yang akan mengakibatkan kehamilan atau MBA.
Dapat juga mengikuti sosialisasi-ssialisasi tentang sex, yang sekarang banyak di adakan baik dari pemerintah ataupun pihak-pihak swata. Kita juga harus berorietasi kedepan apa yang kita lakukan itu akan membuat kita lebih baik atau sebaliknya membuat kita lebih buruk. Selain itu kita juga harus meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat membuat peraturan-peraturan yang mungkin dapat mencegah terjadinya MBA tersebut seperti jam kunjungan dibatasi, tamu nginap 24 jam harap lapor kepada RT/RW setempat.

4.    Menyeleksi budaya-budaya dan tidak semata-mata menelan mentah-mentah tanpa mempertimbangkan apakah itu cocok untuk kita semua.












SATUAN ACARA PENYULUHAN

I.                   Identifikasi Masalah
Sekarang ini seks bebas sudah menjadi hal yang tidak tabu lagi bagi kalangan remaja dan mahasiswa di Indonesia. Kegiatan seks bukan hanya dilakukan oleh pasangan yang sah menurut agama dan hukum yang berlakuakan tetapi juga dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa. Aktifitas seks bebas mungkin sesuatu yang biasa di negara lain khususnya dalam kehidupan barat, tetapi tidak di negara kita Indonesia. Itu sesuatu yang dilarang dalam masyarakat kita.Seks bebas mungkin membuat setiap orang senang untuk melakukannya.
Pelajar dan mahasiswa sekarang ini cenderung lebih mengutamakan pacaran dan kebutuhannya yang lain daripada menuntut ilmu. Mereka tidak lagi tenggelam dalam pelajaran akan tetapi sudah tenggelam dalam lautan asmara yang mereka namakan cinta. Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup di muka bumi ini.Bukan hanya manusia yang memiliki naluri seks, tetapi juga termasuk hewan dan makhluk hidup lainnya (tumbuhan).
Seks bebas adalah hubungan seks atau hubungan badan diluar nikah.Tidak sepantasnya apabila seorang manusia melakukan hubungan seks diluar nikah. Dalam islam, seks bebas atau hubungan badan diluar nikah disebut zina.
Kegiatan seks (bersetubuh) hanya boleh dilakukan ketika sudah ada ikatan yang sah yaitu pernikahan. Hubungan seks yang dilakukan diluar pernikahan merupakan suatu pelanggaran terhadap norma-norma (baik norma agama maupun norma-norma yang berlaku lainnya) dan merupakan suatu perbuatan dosa yang besar dan sangat berat hukumannya. Hubungan seks diluar nikah dapat berisiko terjadinya kehamilan diluar nikah, putus sekolah, perkawinan usia muda, pengguguran kandungan yang dapat membahayakan dirinya sendiri, dan yang paling utama dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah terjadinya penyakit menular seksual/penyakit kelamin yang disebabkan karena melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan.

II.                PENGANTAR
Topik                     : Seks Bebas di Kalangan Remaja
Sub topik               : Bahaya Seks Bebas Bagi Kesehatan
Sasaran                  : Remaja
Hari/tanggal          : Kamis/15 September 2016
Waktu                   : 30 menit

III.             TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan remaja dapat mengerti tentang bahaya seks bebas.

IV.             TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan remaja akan dapat :
1.      Mengerti arti seks bebas
2.      Mengetahui faktor penyebab seks bebas
3.      Mengetahui cara-cara pencegahan seks bebas
4.      Mengetahui bahaya seks bebas



V.                MATERI
Terlampir

VI.             MEDIA
1.      Materi SAP
2.      LCD
3.      Leaflet

VII.          METODE
1.      Penyuluhan
2.      Tanya jawab

VIII.       KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1
2 menit
Pembukaan :
1.      Memberi salam
2.      Menjelaskan tujuan penyuluhan
3.      Menyebutkan materi/pokok bahasan yang akan disampaikan
Menjawab salam
Mendengarkan
Memperhatikan
2











15 menit
Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur.
Materi :
1.      Pengertian seks bebas
2.      Faktor penyebab seks bebas
3.      Pencegahan seks bebas
4.      Bahaya seks bebas
Menyimak dan memperhatikan
3





















6 menit
Evaluasi :
Meminta siswa dan siswi menjelaskan atau menyebutkan kembali :
1.      Pengertian seks bebas
2.      Faktor penyebab seks bebas
3.      Pencegahan seks bebas
4.      Bahaya seks bebas
·         Memberikan kesempatan kepada responden untuk bertanya
·         Memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan
·         Memberikan pujian atas keberhasilan responden dalam menjelaskan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
Merespon, bertanya, dan menjawab pertanyaan
4


5 menit
Penutup :
·         Menyimpulkan materi yang telah disampaikan
·         Menyampaikan terimakasih atas perhatian dan waktu yang telah diberikan kepada peserta
·         Mengucapkan salam
Menjawab salam


XI. LAMPIRAN MATERI

a.       Pengertian Seks Bebas
Seks bebas adalah hubungan seks atau hubungan badan diluar nikah.Tidak sepantasnya apabila seorang manusia melakukan hubungan seks diluar nikah. Dalam islam seks bebas atau hubungan badan diluar nikah disebut zina.
Seks bebas dapat diartikan sebagai hubungan kelamin yang dilakukan secara bebas (berganti-ganti pasangan) yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat.



b.      Faktor Penyebab Seks Bebas
Sebagian kecil yang melakukan hubungan seks diluar nikah disebabkan karena ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan sebelum seseorang berani melakukan hubungan seks yaitu :
1.      Pegangan tangan
2.      Ciuman sebatas ciuman pipi dan kening
3.      Ciuman bibir
4.      Pelukan
5.      Mulai berani melepas pakaian bagian atas
6.      Meraba kebagian-bagian yang sensitive
7.      Melakukan hubungan seks
Ironisnya hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri, rumah tempat mereka berlindung, hubungan seks pada umumnya dilakukan atas dasar suka sama suka, dan bahkan ada yag berganti-ganti pasangan. Sebagian besar mereka menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas dan menggunakan metode coitus interuptus.
Faktor-fakto yang menyebabkan seks bebas yaitu :
1.      Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih saying dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.
2.      Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat yang kurang mendukung, seperti masyarakat yang didominasi oleh pelacur, preman, pemabuk, dan lain-lain.Sehingga dapat mempengaruhi remaja di lingkungan tersebut.
           
3.      Lingkungan pergaulan
Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarah ke hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah “Anak Gaul”. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondar mandir di mall, memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi.
Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas, diantaranya terjebak dalam prilaku seks bebas.
4.      Kurangnya pendidikan agama dari keluarga
Kurangnya pendidikan agama yang tidak diperoleh sejak dini dari keluarga, terutama orang tuanya, sehingga mereka dapat dengan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.
5.      Kurangnya pendidikan seks
Saat ini, kurangnya informasi yang benar tentang masalah seks akan memperkuat kemungkinan remaja percaya dan salah paham yang diambil dari media massa dan teman sebaya. Akibatnya, kaum remaja masuk ke kaum beresiko melakukan perilaku berbahaya untuk kesehatannya.
6.      Menonton media pornografi, diantaranya VCD dan DVD Porno
VCD dan DVD porno begitu mudah diperoleh hanya dengan Rp.5000. Sekali dirazia, setelah itu bebas lagi diperjualbelikan.Sistem pendidikan yang mengejar angka-angka pun memberi andil kerusakan generasi muda itu.
7.      Tanyangan televisi
Faktor penyebab remaja melakukan perilaku seks bebas salah satunya di antaranya adalah akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan.Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton dilayar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.
8.      Narkoba
Seks bebas dan narkoba sangat erat kaitannya.Dimana orang-orang yang telah terjerumus kedalam pengaruh napza, sebagian besar dari mereka dapat dipastikan telah melakukan seks bebas.Baik hubungan diluar nikah maupun dengan berganti-ganti pasangan.
9.      Gaya hidup
Gaya hidup remaja sekarang yang selalu diikuti dengan dunia gemerlap malam, seperti dugem, minum-minuman keras, merokok, dan lain sebagainya.


c.       Pencegahan seks bebas
Sebenarnya untuk menjauhkan remaja dari pergaulan seks bebas dapat dilakukan dengan cara :
1.      Memberikan bimbingan positif dari sekolah maupun orangtua di rumah.
2.      Meningkatkan kedisiplinan di sekolah maupun di rumah.
3.      Memberikan pendidikan seks melalui seminar atau talk show kesehatan.
4.      Peran penting orangtua dalam memberikan nasehat dan mendidik.
5.      Peran penting orangtua dalam masa tumbuh kembang remaja.
6.      Menjalin hubungan baik antara orangtua dengan anak yaitu dengan komunikasi yang baik.
7.      Meningkatkan iman dan taqwa.
8.      Tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks.

d.      Bahaya seks bebas
1.      Terputusnya sekolah
Akibat dari pergaulan bebas dan seks bebas adalah terputusnya sekolah karena dengan seks bebas, mereka tidak sepenuhnya fokus dengan belajar saat di sekolah.Itulah yang dapat menyebabkan anak putus sekolah karena malas belajar hanya memikirkan pacar saja.

2.      Perkawinan usia muda
Daris seks bebas yang sudah dilakukan, maka dipaksakan untuk dapat menikah pada usia muda karena harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan oleh kedua pihak. Menikah diusia muda juga banyak mempunyai dampak yang tidak baik untuk kedua pihak, misalnya kerena ketidaksiapan psikis dan psikologi, maka dapat menyebabkan pertengkaran dan perceraian.

3.      Kehamilan diluar nikah
Pacaran yang bebas, akan membuka kemungkinan terjadinya kegiatan seks bebas yang berujung pada kehamilan. Jika terjadi kehamilan, maka yang bersangkutan harus siap untuk menjadi orang tua.
4.      Aborsi
Kehamilan diluar nikah dapat menyebabkan pasangan tersebut memutuskan untuk aborsi karena takut jika diketahui orang tua, pasangan yang belum siap menikah dan lain-lain.
5.      Penyakit kelamin atau penyakit menular seperti gonorrhea, herpes, sifilis, HIV/AIDS.





DAFTAR PUSTAKA


Boyke.Dr. Ginekologi dan Konsultan. Jakarta. 2000

Wijayanto, lip. Cinta Antara Realita Seks Pra-nikah. Jogjakarta. 2008






SATUAN ACARA PENYULUHAN

       I.            IDENTIFIKASI MASALAH
International Federation of Ginecology and Obatetrics pada kongresnya yang ke IX di Tokyo pada bulan Oktober 1979, telah membentuk suatu komite mastologi. Dengan demikian IFGO ternyata menaruh perhatian dalam soal payudara. Hal ini dapat dipahami karena sering kali ahli ginekologilahyang didatangi oleh wanita-wanita dengan keluhan payudaranya.
Riwayat penyakit yang diambil secara sitematis dan teliti sebenarnya sudah separuh dari diagnosis. Biasanya pasien wanita datang pada dokter karena waktu mandi merasa dikelenjar payudaranya ada suatu benjolan.
    II.            PENGANTAR
Bidang studi   : Asuhan kebidanan Pada PUS
Topik               : Periksa Payudara Sendiri
Subtopik          : SADARI
Sasaran            : Para Remaja
Jam                  : 15.00
 Hari/Tanggal  : Selasa, 14 oktober 2014
Waktu             : 40 menit
Tempat            :Klinik Hygea Poltekkes Kemenkes Palembang

 III.            TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan para remaja  dapat melakukan deteksi secara dini kanker payudara degan SADARI .

 IV.            TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, para remaja pat menjelaskan kembali tentang :
1.      Pengertian Kanker Payudara
2.      Gejala-gejala Kanker payudara
3.      Faktor resiko Kanker Payudara
4.      Pengertian SADARI
5.      Tujuan SADARI
6.      Prosedur/Teknik SADARI

    V.            MATERI
7.      Terlampir :
-          Pengertian Kanker Payudara
-          Gejala-gejala Kanker Payudara
-          Faktor resiko Kanker Payudara
-          Pengertian SADARI
-          Tujuan SADARI
-          Prosedur/Teknik SADARI

 VI.            MEDIA
1.      SAP
2.      Leaflet

VII.            METODE
1.      Penyuluhan
2.      Peragaan/simulasi
3.      Tanya jawab, diskusi

VIII.            KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1.
5  menit

Pembukaan:
-Mengucapkan salam
- Memperkenalkan diri
- Menggali pengetahuan (observasi)


-   Menjawab salam
-   Mendengarkan, dan
-    Menanggapi
2.
20 menit

Pemberian materi
-  Ceramah
-  Menyampaikan materi.
-  Menjelaskan tahap demi tahap.
-  Memberikan kesempatan bertanya 10 menit
-  Menjawab pertanyaan
-  Mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan dengan serius.
3.
10 menit

Evaluasi:
-Menggali pengetahuan sasaran dengan memberi pertanyaan
- Dapat mengulang kembali informasi yang telah didapat.
            4.

5 menit

Penutup:
- Memberi salam penutup.
Menjawab salam


IX. PENGESAHAN
Yogyakarta, 14 Oktober 2014

Sasaran                                                                                                pemberi penyuluhan


Para Remaja                                        Mengetahui,                            Restuani Budiarti
                                                            Dosen Pembimbing

                                                ...................................................

IX.            EVALUASI
Metode evaluasi          : Memberikan pertanyaan
Jenis pertanyaan          : Lisan


           X.            DAFTAR PUSTAKA

1.      Chopra, D., 2006, PanduanHolistikKehamilandanKelahiran, Bandung: Kaifa
2.      Prawirohardjo, S., 2002, IlmuKebidanan, Jakarta: YayasanBinaPustaka
3.      www.myourcare.co.cc
XI. LAMPIRAN MATERI

SADARI
A.    Pengertian
Periksa payudara sendiri atau yang biasa disingkat SADARI, adalah usaha menemukan adanya kelainan atau tumor pada payudara secara dini, dengan cara memeriksa payudara sendiri.
Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan SADARI wanita semakin waspada dan mampu mendeteksi secara dini adanya kelainan pada payudaranya. Sehingga ketika didapatkan kelainan pada payudaranya. Sehingga ketika di dapatkan kelainan, pemeriksaan bisa segera dilakukan, pengobatan yang dibutuhkan bisa segera diberikan, dan tingkat kesembuhan bisa lebih cepat dicapai.

B.     LatarBelakang SADARI di Indonesia
a.       penderita kanker payudara (CaMammae) di Indonesia
b.      Sebagian besar pasien datang pada stadium lanjut.
c.       lebih dari 80% kanker payudara ditemukan sendiri oleh pasien.
d.      SADARI yang dilakukan teratur setiap bulan bisa mempertinggi kewaspadaan wanita terhadap adanya kelainan pada payudara.
e.       Motto setiap benjolan di payudara di anggap kanker payudara, kecuali bila kemudian terbutkti bukan kanker.

C.    Aturan SADARI
a.       SADARI dilakukan setiap bulan secara teratur pada hari ke 7 sampai 10 setelah hari pertama menstruasi.
b.      Pada wanita yang tidak menstruasi, SADARI dilakukan pada hari yang sama setiap bulannya.
c.       ketika melakukan SADARI, focus perhatian adalah ukuran, bentuk, kontur, warna payudara dan putting, serta deteksi adanya benjolan, retraksi kulit, warna, dan cairan abnormal pada payudara.

D.    Cara SADARI
a.       MengamatiPayudara
a)      Berdiri di depan cermin dan lihat kedua payudara sendiri.
b)       Perhatikan ukuran, bentuk, kontur, warna, dan arah kedua payudara dan putting
c)      Selanjutnya angkat ke dua tangan lurus keatas, lalu amati apakah ada tarikan kulit payudara ke arah dalam. Lakukan pengamatan sambil berputar perlahan-lahan agar setiap sisi terlihat.
d)     Letakkan kedua tangan pada pinggul dan dorong kedua bahu ke belakang. Perhatikan masing-masing payudara.
b.      Meraba dan Merasakan
a)      Tetap berdiri di depan cermin dan lakukan perabaan pada payudara mulai dari bawah tulang klavikula.
b)      Gunakan tangan kiri untuk memeriksa payu dara kanan. Olesi telapak 3 jari dengan body lotion, kemudian rabalah dengan tekanan mantap. Arah gerakan dari depan kebelakang  secara sirkuler melingkupi seluruh payudara termasuk putting.
c)      Lanjutkan pemeriksaan payudara di daerah bawah lengan (ketiak). Lakukan dengan tidur berbaring dan angkat salah satu lengan keatas. Periksa payu dara seperti sebelumnya, termasuk daerah di bawah lengan.
d)     Ulangi SADARI pada payudara satunya. Catat hasil pengamatan SADARI dan tandai tanggal pemeriksaan SADARI.

E. Etiologi
Indikasi utama sadari adalah karena :
Untuk mendeteksi terjadinya Cancer Payudara dengan mengamati payudara dari depan, sisi kiri dan sisi kanan, apakah ada benjolan, perubahan warna kuli, putting bersisik dan pengeluaran cairan atau nanah dan darah.
Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian besar penderita baru terdeteksi di stadium lanjut karena kanker tidak bergejala.
Semakin bertambahnya usia, makin besar pula risiko seorang perempuan terkena kanker. Hal ini tentu membuat kita khawatir. Meski begitu, kita bisa mengubah ketakutan menjadi sebuah tindakan nyata untuk mencegah penyakit yang jadi momok kaum wanita ini.
1.      Aktif bergerak
Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga akan menurunkan kadar hormon estrogen, yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari.
2.      Kurangi berat badan
Setelah menopause, perempuan yang obesitas punya risiko lebih besar terkena kanker payudara dibanding rekannya yang punya berat badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada wanita yang tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama.
3.      Cukupi kebutuhan vitamin D
Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker terus bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D.
4.      Batasi alcohol
Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang minum satu atau dua gelas alkohol setiap hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para ahli menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari.
5.      Perhatikan gejalanya
Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran tidak teratur. Tanda lain yang mungkin timbul adalah benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu, dan perubahan warna atau tekstur kulit payudara.
6.      Lakukan deteksi dini
Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan menurunkan stadium pada temuan kasus kanker payudara. Selain mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika dilakukan secara teratur bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter

F. Waktu pelaksanaan
Pemeriksaan payudara dilakukan setelah menstruasi, pada waktu payudara tidak keras atau bengkak.

G. Prosedur pelaksanaan
SADARI bulanan dengan pemeriksaan klinis payudara tahunan (Clinical Breast Examination / CBE) oleh seorang ahli dan mamografi, sangat bermanfaat untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.Ada tiga langkah penting untuk melakukan SADARI, yaitu:
1.      Pemeriksaan raba pada posisi berdiri.
Untuk melakukan pemeriksaan pada payudara sebelah kanan, angkat lengan kanan anda ke belakang kepala, lalu gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Lakukan langkah-langkah sebaliknya untuk memeriksa payudara sebelah kiri.Â
2.      Pemeriksaan raba pada saat berbaring.
Berbaringlah di atas permukaan yang keras. Saat melakukan pemeriksaan pada payudara kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak dari payudara kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri.
Teknik SADARI yang benar harus menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah Anda, bukan ujung jari. Anda sangat dianjurkan untuk mengulang-ulang gerakan melingkar dengan buku jari yang disertai dengan sedikit penekanan. Namun penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan pada tulang rusuk dan akan terasa seperti benjolan

3.      Tempo permeriksaan
Pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Para wanita yang sedang haid sebaiknya melakukan pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula, ketika payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak.
Jika menemukan adanya benjolan atau perubahan pada payudara yang membuat diri Anda resah, segera konsultasikan ke dokter. Jika dokter menginformasikan bahwa hasil pemeriksaannya menunjukkan tidak adanya kelainan tapi Anda masih tetap resah, Anda bisa meminta kunjungan lanjutan. Anda juga bisa meminta pendapat kedua dari seorang dokter spesialis.
Para wanita yang telah berusia 20 dianjurkan untuk mulai melakukan SADARI bulanan dan CBE tahunan, dan harus melakukan pemeriksaan mamografi setahun sekali bila mereka telah memasuki usia 40.
Jangan biarkan kanker payudara merusak hidup anda! kanker payudara bukan kanker ganas kalau anda menyadarinya sebelum terlambat!







SATUAN ACARA PENYULUHAN IMS


 I.    IDENTIFIKASI MASALAH
Infeksi menular seksual dikalangan remaja sudah banyak ditemukan dewasa ini. Bukan hal yang ajaib melihat fenomena tersebut. ‘kerasnya’ arus media masa ditambah dengan kurangnya informasi mengenai seksologi, membuat fenomena infeksi menular seksual dikalangan remaja bagaikan bom waktu. Pada dasarnya, setiap orang yang sudah aktif secara seksual dapat tertular infeksi menular seksual. Orang yang sudah berganti ganti pasangan seksual haruslah mewaspadai penyakit ini. Terutama mereka yang bekerja sebagai pekerja seks. Biasanya, orang yang terjangkit infeksi atau penyakit ini pada usia 20-34 tahun pada laki-laki dan 16-24 tahun pada wanita.
        Mereka mempunyai resiko tinggi untuk terjangkit infeksi menular seksual. Penyakit ini mudah menyerang pada remaja karena secara biologis sel-sel organ reproduksi belum matang. Hubungan seksual pada remaja meningkatkan kerentanan terhadap infeksi menular seksual dikalangan remaja. Oleh karena itu, berilah pengertian pada remaja putra-putri anda. Dekati mereka agar memudahkan anda untuk memantaunya.
Kedekatan ini bukan hanya secara naruliyah saja, tetapi secara batin juga bermanfaat. Selain factor diatas, berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkankan infeksi menular seksual pada remaja:
-kurangnya akses remaja ke layanan kesehatan.
-jam dan lokasi untuk klinik infeksi menular seksual yang tidak nyaman
-keterbatasan biaya dalam membeli kondom dan alat kontrasepsi lainnya
-faktor social
-faktor agama
Faktor social dan factor agama tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam mendidik remaja yang bertanggung jawab, yaitu keluarga. Sebagaiorang tua menjadi tolak ukur utama dalam pergaulan remaja.

II.  PENGANTAR
Bidang studi           : Promosi Kesehatan
Topik                      : IMS ( Infeksi Menular Seksual)
Sub Topik               : Infeksi Menular Seksual dikalangan remaja
Sasaran                   : remaja putra dan putri
Hri/Tanggal : Jum’at, 16 September
Jam                         : 10.00 WIB
Waktu                     : 60 Menit
Tempat                    : kampus poltekkes kemenkes palembang

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang pencegahan terjadinya infeksi menular seksual ini, baik laki-laki maupun perempuan pada usia remaja ditempat penyuluhan dapat memahami berbagai macam resiko dari penyakit infeksi menular seksual dan ikut berpartisipasi dalam mencegah terjadinya penyakit-penyakit menular seksual tersebut.
IV. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, remaja dapat menjelaskan kembali:
a.       Menyebutkan defenisi PMS
b.      Menyebutkan tanda – tanda PMS
c.       Menyebutkan cara pencegahan PMS
d.      Menyebutkan jenis – jenis PMS

V.    MATERI
Terlampir

VI.  METODE
a.       Ceramah
b.      Tanya Jawab


VII.  MEDIA
a.       Materi SAP

VIII.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

NO.
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
1.
2 menit
1.
2.
Pembukaan:
Member salam                                                    1                   
Menjelaskan tujuan penyuluhan                      2

Menjawab salam
Mendengarkan dan memperhatikan
2.
8 menit
1.

a.
b.
c.
d.
Pelaksanaan:
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
defenisi PMS.
tanda – tanda PMS.
pencegahan PMS.
jenis – jenis PMS.

Mendengarkan dan menyimak pembicara
3.
4 Menit



a.
b.
c.
d.
Evaluasi
Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
defenisi PMS.
tanda – tanda PMS.
pencegahan PMS.
jenis – jenis PMS.

Bertanya dan menjawab pertanyaan
4.
1 menit
Penutup
Mengucapkan terima kasih dan salam
Menjawab salam




IX.    PENGESAHAN
                                                                                                                    …………….., 2016


   Sasaran                                                                                                   Pemberi penyuluhan
  

    Remaja                                                                                                              sulastri



Mengetahui,
Dosen Pembimbing


Rina Nursanti, SKM, M.Kes














X. EVALUASI
A.    Essay
B.     Pertanyaan
1.      Mampu menyebutkan defenisi PMS.
2.      Mampu menyediakan tanda – tanda PMS.
3.      Mampu menyebutkan cara pencegahan PMS.
4.      Mampu menyebutkanjenis – jenis PMS.

XI.    LAMPIRAN MATERI
PMS (PENYAKIT MENULAR SEKSUAL)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgN9tbMK4oNEQAvXaHKiB0uvVjrbB9hdFmUvO5TMkNiDWO1jzN3KEAdwFaOJbkdp9RcPUvcU1LUG0uOIGOwyguppvll8_3oMreHgES4rmU5XsOPXy0KW-_U9Lj4y5FRMm18bpSkSeilqbJr/s1600/SAVE0028.JPG
A.    Pengertian
PMS adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual. Penyakit infeksi yang salah satu penularannya melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular baik melalui vaginal, oral, anal. Penularan IMS dapat juga terjadi melalui darah atau dari ibu ke bayi
Faktor resiko penularan IMS:
a. Berhubungan seks dengan lebih dari satu orang dalam 1 bulan terakhir
b.Berhubungan seks dengan PSK dalam 1 bulan terakhir
c.  Mengalami 1 atau lebih episode IMS dalam 1 bulan terakhir
d.Memiliki pasangan dengan perilaku seks RISTI
PMS dapat mengakibatkan :
·         Kemandulan
·         Kematian karena infeksi
·         Nyeri yang menetap di perut bagian bawah.
·         Kanker serviks (mulut rahim)


B.     Tanda – tanda PMS
Adapun tanda –tanda pada wanita :
·         Cairan yang tidak abnormal dari vagina.
·         Rasa sakit di perut bagian bawah.
·         Benjolan di alat genital.
·            Adanya duh tubuh
·            Nyeri saat buang air kecil
·            Luka terbuka / luka basah disekitar kemaluan / mulut
·            Tumbuhan (jengger ayam / kutil) di sekitar alat kelamin
·            Gatal-gatal disekitar alat kelamin
·            Bengkak di lipatan paha
·            Kantung pelir bengkak dan nyeri
·            Sakit perut bagian bawah yang kambuh-kambuhan
·            Keluar darah setelah berhubungan seks
·            Merasa tidak enak badan atau demam

Pencegahan infeksi menular seksual
-     Hindari melakukan hubungan seksual diluar nikah.
-         Menjaga jarak dengan teman yang sudah terkenah HIV.
-         lebih dekat dengan keluarga dan mendalam ilmu agama.
-         Hindari pemakaian jarum suntik yang bergantian.


C.    Jenis – jenis PMS
1.      Gonorhoe / chalamidya
Keduanya merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan infeksi berat dan kemandulan pada pria dan wanita.
Tanda – tanda gonorhoe dan chalamidya pada wanita :
-         Cairan kuning atau hijau dari vagina atau uterus.
-         Rasa panas atau nyeri bila buang air kecil.
-         Demam
-         Rasa nyeri / berdarah sewaktu berhubungan seksual.
Tanda – tanda pada pria :
-         Cairan keluar dari penis.
-         Rasa panas / nyeri buang air kecil.
-         Rasa panas / bengkak pada buah pelir.

2.      Warts
Warts adalah jaringan tumbuh pada kulit di  kemaluan disebabkan oleh virus.
tanda – tandanya :
-         gatal – gatal.
-         Benjolan kecil, tidak sakit, keputih-putihan/kecoklatan yang kadang – kadang dengan permukaan kasar.
Pengobatannya :
-         Oleskan minyak/ salep di kulit yang tumbuh warts
-         Dengan tusuk gigi, oleskan Bicholorecetid Acid (BCA) di sekitar yang tumbuh warts.
-         Melakukan pemeriksaan PAP SMEAR setiap 1 – 2 tahun.

3.      Syphilis
Adalah suatu penyakit menular seksual yang berat yang mempunyai efek di seluruh tubuh dan biasanya berlangsung sampai bertahun – tahun. Penyebabnya adalah bakteri.
Tanda – tanda :
-         Ulkus kecil yang tidak sakit yang menyerupai jerawat, lecet, benjolan, yang dalam dan basah/ulkus terbuka.
-         Beberapa minggu/bulan kemudian akan mengalami radang tenggorokan, demam timbul kelainan kulit. Semua tanda akan hilang dengan sendirinya tetapi penyakit masih ada tanpa pengobatan ndapat mengakibatkan cacat jantung, kelumpuhan, penyakit jiwa dan kematian.

4.      Herpes genetalia
Adalah jenis PMS yang disebabkan oleh virus dapat menyerang di alat genitalis/mulut rahim.
Tanda – tanda :
-         Rasa gatal, rasa panas di mulut genitalia/paha.
-         Luka lecet kecil di kemaluan membentuk ulkus (luka) terbuka dan sakit didalam kemaluan.
Tidak ada obat menyembuhkan penyakit herpes, untuk tidak mengganggu maka hal yang dapat membantu untuk meringankannya adalah :
-         Letakkan es diatas ulkus.
-         Buat kompres dengan cara merendam di air dingin yang bersih.
-         Duduk dan rendam bokong di air dingin yang bersih.
-         Campur air bersih dengan baking soda/tepung kanji sehingga berbentuk kental kemudian di atas ulkus.
Penting :
-         Cuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah menyentuh ulkus.
-         Hati – hati jangan menyentuh ulkus.
-         Coba hindari hubungan seksual sewaktu mengalami ulkus herpes.

XII.           
5.      Chanroid
Adalah jenis PMS yang disebabkan bakteri.
Tanda – tanda :
-         Satu/lebih ulkus yang lunak dengan sakit di alat genitalia dan anus sering berdarah.
-         Kelenjar limpa dipangkal paha mungkin membesar.
-         Demam ringan.

6.      HIV/Aids
Adalah suatu penyakit PMS yang disebabkan oleh virus di sebut dengan HIV = Human Immunodeficiency Virus. Virus tersebar dalam darah, cairan vagina atau cairan semen pada laki – laki. Obat untuk AIDS belum ada. Bila mungkin resiko tinggi terkena HIV/AIDS.
Untuk melindungi :
-      Hindari melakukan hubungan seksual diluar nikah.
-         Menjaga jarak dengan teman yang sudah terkenah HIV.
-         lebih dekat dengan keluarga dan mendalam ilmu agama.
-         Hindari pemakaian jarum suntik yang bergantian.

7.      Konjungtivis neonatorum
      Adalah suatu infeksi pada konjungtiva (bagian putih mata) dan selaput yang melapisi kelopak mata.
Penyebab:
-Kongjungtivis neonatorum didapat ketika bayi melewati jalan lahir dan organism penyebabnya adalah bakteri yang biasanya ditemukan divagina
-yang paling sering menyebabkan kongjungtivis neonatorum adalah Chlamydia.
-virus juga bisa menyebabkan konjungtivis neonatorum yang paling sering adalah virus herpes simpleks.

Pencegahan:
-untuk mencegah kongjungtivis, kepada bayi baru lahir secara rutin duberikan salep atau tetes mata perak nitrat, eritromisin atau tertasiklin. dilakukan oleh bidan dan tenaga kesehatan lainnya.
-kepada bayi yang ibunya menderita gonore diberikan suntikan antibiotik seftriakson, dilakukan oleh bidan dan tenaga kesehatan lainnya.
8.      Chancroid (ulkus molle)
Merupakan penyakit kelamin yang akut ditandai oleh ulkus yang sangat nyeri yang muncul pada tempat inokulasi, biasanya pada genitalia luar, biasanya disertai dengan limfadenopati inguinal supurativa.
Penyebab: Haemophylus ducreyi, suatu streptobasilus gram negatif.
Masa inkubasi: 4-7 hari

9. Kondiloma Akuminatum (jengger ayam)
Penyebab: HPV (Human Papiloma Virus)
HPV masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil pada kulit sehingga kondiloma sering timbul pada daerah yang mudah mengalami trauma saat hubungan sex.
Masa inkubasi: 1-8 bulan.
Kelainan yang masih baru berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan, kalau sudah lama berwarna kehitaman, permukaan berjonjot.
1.      Pengobatan Kondiloma
Bila besar dapat dilakukan pembedahan dengan cara listrik (kauter).
Bila masih kecil dapat dicoba dengan obat-obatan yang dioleskan pada kondiloma tetapi perbaikan baru nampak 1-2 bulan setelah pengobatan (pasien harus sabar), dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Virus tidak dapat hilang dari badan sehingga penyakit ini dibawa seumur hidup.
10.  Limfogranuloma Venereum
Penyakit menular seksual yang menyerang sistem saluran limfe dan kelenjar limfe, terutama daerah inguinal, anus dan rektum.
Penyebab: Chlamidya trachomatis
Masa inkubasi 3-20 hari.
Gejala didahului dengan demam, menggigil, sakit kepala kemudian diikuti pembesaran kelenjar inguinal yang nyeri dan terasa panas bewarna kemerahan yang kemudian melunak dan bernanah
11.  Kandidosis Vaginal
Merupakan penyakit jamur yang bersifat akut pada vagina atau vulva.
Penyebab: jamur Candida albicans
Gejala khas berupa rasa gatal/iritasi disertai keputihan yang berbau. Keputihan biasanya banyak dan disertai tanda-tanda peradangan.
Pemeriksaan mikroskop untuk melihat hifa jamur.
Pengobatan diberikan anti jamur, bukan antibiotik.
Infeksi jamur dapat terjadi karena beberapa faktor:
1.      Perubahan fisik: hamil, kegemukan
2.      Umur: orang tua dan bayi mudah terkena
3.      Faktor daya tahan tubuh.
4.      Faktor kebersihan kulit
5.      Kontak langsung dengan penderita
6.      Penggunaan antibiotik jangka panjang membuat jamur bertambah subur.


12.     Trikomoniasis
Merupakan infeksi saluran urogenital yang bersifat akut dan kronis
Penyebab: Trichomonas vaginalis
Masa tunas: 4 hari sampai 3 minggu
Pada wanita ditandai dengan keputihan yang berwarna kuning ke hijauan, berbusa dan berbau tidak enak.
-Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan mikroskop.





DAFTAR PUSTAKA

Powerpoint dr. Andrianto, Sp.OG